Ag’ lama aku termenung mendengar penjelasan kakek, aku tersentak kaget ketika si kakek menepuk pundakku… hei nak..? kata kakek’..
O,..o.. iya kek, ada pa kek?? Tanyaku dengan sdikit ragu? Terima kasih ya telah dating kerumahku,, dengan begini aku bisa lebih bisa untuk menerima hidup ini..
Tapi kek? Tapi…
Tapi apa nak..? Tanya kakek’.
Aku sama sekali belum nyampaikan sesuatu pada kakek, tapi ko’ kakek tiba tiba tersenyum bahagia seperti ini, aku jadi tambah bingung..
Gini nak, aku kemarin telah berdoa pada Allah bahwa jikalau tak ada orang sekalipun yang hanya ingin sekedar bertemu denganku,, berarti tuhan tak peduli padaku dan aku akan mengakhiri hidupku dengan bunuh diri.,, tapi ternyata Allah berkehendak lain dengan mendatangkan dirimu untuk mengunjungiku…
Makanya betapa bahagianya tadi waktu aq pertama kali melihatmu dan mendengar salammu sampai aku menitikkan air mata.! Tutur panjang kakek’.
Aku sekarang mengerti bahwa betapa menyakitkan kita bila hidup sendirian tanpa ada satupun orang yang mau memperdulikan kita..
tiba tiba mataku menitikkan air mata karena teringat akan utuhnya keluargaku sendiri, yang bagaimana ini bila terjadi padaku.. jadi apa aku bila sampai hal ini terjadi padaku..!!! aku benar benar bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh allah kepadaku…
betapa salah warga yang menilai buruk terhadap kakek tholib ini… beliau sungguh bersabar menerima derap cobaan yang diberikan Allah padaNya sampai pada akhirnya menemukan kebahagiaanya dengan hanya bertemu dengan makhluk kecil yang tak lain adalah Aku’..
akhirnya aku sedikit paham tentang kehidupan kakek itu, dan aku juga mendapat banyak ilmu yang bermanfaat dari sang kakek yang begitu sabarnya menerima kehidupan ini..
aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 23.00,
aku harus segera pulang !! kata Ku.. ini sudah terlalu malam bagi saya kek, saya harus pulang..
kemudian kakek itu mengantarku sampai keluar rumahnya, tapi kulihat keanehan lagi kalo si kakek menangis lagi, ku Tanya :’napa kek nangis?
Jawabnya:’ apa kamu akan kesini lagi? Tanya nya balik”,
Insya allah kek, saya akan sering kesini,: jawab aku”
Betapa senangnya kakek mendengar jawabanku itu,
Langsung saja setelah itu aku langsung pamit pulang dan naik sepedaku menuju rumahku yang telah menunggu orang orang didalamnya akan kehadiranku yang keluar tanpa ijin dulu..
Huhu..sungguh bandelnya diriku..
“” Maka ambillah apa yang telah aku berikan padamu, dan jadilah kamu termasuk orang orang yang bersyukur”(AL-A’raf: 144)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar